Recent Posts

Insyaallah ilmunya bermanfaat bagi semua
Home » » Shalat Jamak dan Qasar

Shalat Jamak dan Qasar

Keutamaan Shalat Jamak



1. Shalat Jamak
        kata  jamak berasal dari bahasa Arab berarti menggabunngkan atau mengumpulkan. Secara istilah, jamak dapat diartikan menggabungkan dua shalat fardu dalam satu waktu. Dalam hal ini, shalat fardu yang boleh untuk dijamak adalah shalat zuhur dengan ashar dan sholat maghrib denagn isya. Shalat jamak merupakan rukhsah (kemudahan) dari Allah kepada umat Islam dalam mengerjakan ibadah shalat fardhu pada keadaan-keadaan tertentu. Hukum mengerjakan syarat-syarat yang telah ditentukan oleh syariat.
       Berdasarkan waktu pelaksanaanya, Shalat jamak dapat dibedakan menjadi dua, yaitu jamak taqdim dan jamak ta'khir. Jamak taqdim adalah menggabungkan dua shalat dan dikerjakan dalam waktu shalat pertama, sedangkan jamak ta'khir adalah menggabungkan dua shalat dan dkrjakan dalam waktu shalat kedua.
     Shalat Jamak boleh dikerjakan apabila memenuhhi syarat-syarat yang telah ditentukan. Berikut ini ketentuan shalat jamak.
a. Saat bearda di Arafah dan Muzdalifah ketika berhaji.
b. Berpergian jauh (safar).
c. Dalam keadaan sakit.
d. Dalam keadaan takut atau khawatir.
e. Dalam keadaan hujan deras dan memiliki uzur lainnya.

     Adapun syarat sah melakukan shalat jamak taqdim adalah niat, mendahulukan shalat pertama baru  kedua, berurutan, dan adanya uzur. Syarat sah melakukan shalat jamak ta'khir adalah niat, berurutan, dan adanya uzur sampai waktu shalat yang kedua.
     Adapun syarat sah melakukan shalat jamak sebagai berikut.
a.  Berniat
b.  Mendahulukan rakaat pertama, baru disusul rakaat kedua 
c.   Berurutan (tidak diselinggi perkataan atau perbuatan lain)
d.  Adanya uzur  


Shalat Qasar
      pengertian qasar secara bahasa adalah meringkas. Adapun secara istilah, shalat qasar ialah meringkas shalat fardhu yang berjumlah empat rakaat menjadi dua rakaat sesuai dengan ketentuan-ketentuan syariat. shalat fardhu yang boleh diqasar adalah  shalat zuhur, Asar, dan isya. shalat Magrib dan subuh tidak dapat di qasar. kedua shalat tersebut harus dikerjakan sesuai dengan rakaat masing-masing. Hukum asal mengqasar shalat fardhu yang berjumlah empat rakaat menjadi dua rakaat adalah mubah ketika telah memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan.

   Hukum mengqashar shalat dapat dibedakan kembali sebagai berikut .
a. Boleh (jiwaz), yaitu bagi mereka yang telah mencapai jarak perjalanan, diperbolehkan qasar. Atau bagi mereka yang selalu berpergian, baik darat, laut, ataupun udara. Dalam jarak yang telah ditentukan mereka sunah/lebih baik melakukan qasar.
b. Lebih utama (afdal) melakukan qasar, yaitu jika jarak tempuh telah mencapai 3 murhalah atau lebih.
c. Wajib, yaitu aapbila perjalanan sudah mencapai jarak yang diperblehkan qasar dan waktu shalat hanya cukup digunakan untuk mengqasar shalat.
Dasar hukum diperbolehkannya mengqasar shalat adalah firman Allah Swt.


وَإِذَا ضَرَبْتُمْ فِى ٱلْأَرْضِ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَن تَقْصُرُوا۟ مِنَ ٱلصَّلَوٰةِ إِنْ خِفْتُمْ أَن يَفْتِنَكُمُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ ۚ إِنَّ ٱلْكَٰفِرِينَ كَانُوا۟ لَكُمْ عَدُوًّا مُّبِينًا

Artinya:
Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu men-qashar sembahyang(mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu.
(Q.S. An-Nisa[4]:101)


Syarat sah shalat qasar sebaga berikut.

a. Sedang melakukan perjalanan jauh unuk kebaikan 

b. Jarak yang ditempuh 16 farsakh atau 80,64 kilometer

c. Mengqasar shalat yang rakaatnya empat

d. Berniat qasar saat takbiratul ihram

e. Tidak makmum dengan imam yang mendrikan shalat
  
    sempurna


3. Shalat jamak qasar 

        Shalat jamak qasar adalah menggabungkan dua 

 shalat fardhu dengan meringkasnya menjadi dua rakaat 
   
 dua rakaat. shalat fardhu yang boleh dijamak qasar 

adalah shalat zuhur dengan Asar dan shalat maghrib tetap

dikerjakan sebanyak tiga rakaat dan shalat isya dua rakaat.

Sebagaimana ketentuan yang telah dibahas, shalat 

Maghrib tidak dapat di qasar, hanya dapat dijamak. Di

perbolehkan melakukan jamak dan qasar saat sedang

melakukan perjalanan jauh untuk kebaikan dan memiliki 

jarak tempuh lebih dari 16 fasakh (sekitar 48 mil atau 

80,64 kilometer). Shalat jamak qasar ada dua macam, 

jamak taqdim qasar dan jamak ta'khir qasar.

 
 

0 comments:

Post a Comment

Fiqh Islami

Fiqh Islamiyah

IBNU AL HASYIM. Powered by Blogger.

Makalah qurban

pengertian Damman

Followers

Search This Blog

Fiqh Islam