Recent Posts

Insyaallah ilmunya bermanfaat bagi semua
Home » » Shalat Lima Waktu dan Waktunya

Shalat Lima Waktu dan Waktunya

Shalat Lima waktu dan Waktunya


 Allah menyaratkan ibadah shalat fardhu kepada Nabi Muhammad SAW. pada peristiwa Isra'Mikraj shalat secara bahasa adalah Doa atau permohonan. secara istilah, Shalat adalah amal ibadah yang terdiri atas rangkaian perkataan dan perbuatan tertentu yang dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam sessuai dengan syarat dan rukun yang telah ditentukan oleh syara'. perintah mengerjakan ibadah shalat banyak kita temui di dalam Al-Qur'an. berikut dalil tentang perintah menjalankan ibadah Shalat tersebut.

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ
Artinya:
Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.
(Q.S. Al-'Ankabut [29]:45)

1. Syarat Wajib Shalat
    a. Islam
    b. baligh
    c. berakal
2. Syarat sah shalat
    a. suci dari najis dan hadas
    b. menutup aurat
    c. telah masuk waktu shalat
    d. menghadap kiblat
3. Rukun Shalat
   a. Niat
   b. Berdiri (bagi yang mampu)
   c. Takbiratul ihram
   d. Membaca al-fatihah disetiap rakaat
   e. Rukuk dan tumakninah
   f. I'tidal setelah Rukuk dan tumakninah 
   g. sujud dan tumakninah
   h. Duduk di antara dua sujud dan tumaknianah
   i. Duduk tasyahud dan membaca tasyahud akhir
   j. Membaca shalawat Nabi saw. saat membaca tasyahud akhir
   k. Mengucap Salam
   l. Tertib (dilakuakan dengan berurutan)

4. Sunnah dalam Shalat
    Sunnah dalam shalat dibagi menjadi dua, yaitu sunah ucapan dan sunah perbuatan. Sunnah-sunnah ini tidak harus dikerjakan.Akan tetapi, baginya tidak ada dosa, tetapi kehilangan kesempatan mendapat pahala. 
a. sunnah ucapan bentuknya banyak sekali, seperti membaca doa iftiftah, ta'awudz, membaca basmallah, membaca surah setelah Al-fatihah, membaca bacaan rukuk, sujud, doa diantara dua sujud lebih dari sekali, doa setelah tasyahud  akhir, dan lainnya.
b. sunnah perbuatan bentuknya juga banyak, seperti mengangkat tangan saat takbiratul ihram serta ketika akan dan setelah rukuk, meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri dan meletakkannya di atas dada saat berdiri, melihat tempat sujud, meletakkan tanagn di atas lutut saat rukuk menjauhkan antara perut dan paha, paha dan betis saat sujud, dan lainnya.
c. Makruh dalam shalat
   Hal-hal yang makruhkan dalam shalat, antara lain memejamkan mata, menengok ke kanan atau ke kiri tanpa ada alasan yang syar'i, menyandarkan siku-sikunya pada waktu sujud, mengadah ke langit, dan melakukan hal-hal yang dapat mngurangi kekhusyuan ketika Shalat.

Allah memrintahkan umat Islam untuk Shalat menurut waktu yang telah ditentukan Allah Berfirman:
  
إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا
Artinya: Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.
(Q.s. an-Nisa' [4]:103)


Shalat Fardhu lima waktu hendaknya dikerjakan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Shalat fardu sesuai dengan waktunya merupakan syarat sahnya shalat. Waktu-waktu shalat fardu sebagai berikut.
1. Shalat Zuhur dilakasanakan saat matahari telah sedikit condong ke barat samapi banyang-bayang benda tersebut sama panjang dengan bendanya.
2. Shalat Asar dilaksanakan jika bayang-bayang suatu benda sama panjang dengan bendanya sampai menjelang terbenamnya matahari.
3. Shalat Maghrib dilaksanakan setelah terbenamnya matahari sampai hilangnya awan merah di ufuk barat.
4. Shalat Isya telah masuk waktu setelah hilangnya syafaq (awan merah) di ufuk barat sampai sepertiga malam sebelum fajar.


Ada pula waktu-waktu yang dilarang bagi kau muslimin untuk mengerjakan ibadah Shalat. Waku-waktu tersebut sebagai berikut.
1. Ketika matahari sedang tepat di puncak ketinggiannya hingga tergelincirnya, kecuali pada hari jumat ketika orang masuk ke masjid untuk mengerjakan shalat Tahiyatul Masjid.
2. Ketika matahari terbit sampai naik satu tombak. Rasullah saw. bersabda, ''Tidak ada sembahyang (sunah) sesudah fajar,  kecuali dua rakaat," (Dikeluarkan oleh imam yang lima kecuali Nasa'i, dan dalam dalam riwayat Abdur-Razzaq: "Tidak ada sembahyang setelah terbit fajar, kecuali dua rakaat fajar.")
3. Ketika matahari sedang terbenam sampai sempurna terbenamnya. Rasullah saw. bersabda, ''Janganlah kalian sengaja melaksanakan shalat ketika matahari sedang terbit dan juga ketika terbenamnya. Jika matahari sedang terbit maka tundalah shalat hingga telah meninggi. Jika matahari sedang terbenam maka tundalah shalat sehingga menghilang'' (H.R. Al-Bukhari)

1 comments:

Fiqh Islami

Fiqh Islamiyah

IBNU AL HASYIM. Powered by Blogger.

Makalah qurban

pengertian Damman

Followers

Search This Blog

Fiqh Islam